Sepanjang hidup ini kita tidak akan sunyi dengan ujian. Ujian menyebabkan kita tertekan dan terasa. Tetapi jika difikirkan ujian hidup ini adalah untuk kita merasa lebih dewasa. Merasa tertekan itu memang ada tetapi setiap ujian itu sebenarnya akan menjadikan kita menghargai sesuatu dalam hidup ini. Sesuatu yang mengajar. Suatu yang mematangkan. Sesuatu yang menjadikan kita lebih kreatif dalam menangani sesuatu ujian yang mendatang. Bila difikirkan Allah Maha Penyayang. Setiap kali ujian akan datang maka diberinya kita "signal" akan kita bersiaga dalam menghadapinya. Terjaga malam adalah cara bagaimana kita mesti memahami bahawa perlunya sujud untuk mencari 'token' kehidupan yang tidak dapat dijangka walaupun sesaat. Hidup dan perjuangan. Hidup adalah perjuangan. Perjuangan sulamannya ialah ujian. Ujian itu adalah hiasan yang paling cantik. Kerana ujian itu pasti meninggal kesan. Tidak kiralah sama ada manis atau pahit ialah adalah pedoman yang sangat 'menyamankan'. Ingat perjuangan itu perlukan pengorbanan. Kerana syarat berjuang berkorban atau terkorban...
Monday, 29 December 2014
Monday, 22 December 2014
Masa Yang Pergi..
Dalam percaturan kehidupan, kita sebenarnya hanya mampu merancang. Perancangan itu adalah kewajipan kita tetapi untuk menentukan kejayaan sesuatu yang dirancang maka kita hanya wajar berteori sahaja. Kini tahun 2014 akan melabuhkan tirainya. Seakan baru saja datang dan dia mahu sudah pergi. 2014 telah meninggal pelbagai memori dan kenangan yang mesti diambil iktibar. Kegagalan masa ini bukanlah kegagalan akan dating. Itupun jika kita cuba memahami apakah strategi yang paling berkesan dalam menggapai suatu impian.
Dewasa ini hidup adalah nafsi-nafsi. Enau melepaskan pucuk masing-masing. Dikala kita menyatakan kita ini ikhlas sebenarnya kita sukar untuk ikhlas. Keikhlasan mungkin mudah untuk diluah tetapi sukar untuk diamalkan. Keikhlasan sangat sinonim dengan keimanan. Sebab itu Allah meletakkan para mukhlisin adalah sentiasa mendapat keredaanNya. Firman Allah dalam Surah An-Nisa' ayat 146 yang bermaksud:
"Kecuali orang-orang yang bertaubat (dari perbuatan munafik itu) dan memperbaiki amalan mereka (yang salah), dan mereka pula berpegang teguh kepada (ugama) Allah, serta mengerjakan ugama mereka dengan ikhlas kerana Allah, maka mereka yang demikian itu ditempatkan bersama-sama orang-orang yang beriman (di dalam Syurga); dan Allah akan memberikan orang-orang yang beriman itu pahala yang amat besar."
2014 adalah tahun yang sangat banyak cabarannya. Sama cabaran kehidupan atau cabaran semasa yang mendatang betapa ia amat menagih untuk kita belajar untuk ikhlas. Ikhlas hanya untuk Allah sebab itu hanya Allah sahaja yang tahu sama ada kita ini ikhlas. Ikhlas adalah jalan atau lebuhraya untuk masuk syurga. Masa yang pergi tidak akan kembali lagi. Tetapi ikhlas yang pergi hanya neraka akan menanti. Ayuh pupuklah keikhlasan untuk diri. Diri hanya hamba Ilahi. Jangan kerana mencari dunia yang menanti hanyalah derita dan cerita duka.
Maksud Hadis Nabi SAW: “Sesungguhnya manusia yang pertama dihisab pada hari kiamat nanti adalah seseorang yang mati syahid, di mana dia dihadapkan dan diperlihatkan kepadanya nikmat yang telah diterimanya serta ia pun mengakuinya, kemudian ditanya: Apakah yang kamu gunakan terhadap nikmat itu? Ia menjawab: Saya berjuang di jalan-Mu sehingga saya mati syahid. Allah berfirman: Kamu dusta, kamu berjuang (dengan niat) agar dikatakan sebagai pemberani, dan hal itu sudah terpenuhi. Kemudian Allah memerintahkan untuk menyeret orang tersebut yang akhirnya dia dilemparkan ke An Nar (neraka).
Kedua, seseorang yang belajar dan mengajar serta suka membaca Al Qur’an, dia dihadapkan dan diperlihatkan kepadanya nikmat yang telah diterimanya serta ia pun mengakuinya, kemudian ditanya: Apakah yang kamu gunakan terhadap nikmat itu? Ia menjawab: Saya telah belajar dan mengajarkan Al Qur’an untuk-Mu. Allah berfirman: Kamu dusta, kamu belajar Al Qur’an (dengan niat) agar dikatakan sebagai orang yang alim (pintar), dan kamu membaca Al Qur’an agar dikatakan sebagai seorang Qari’ (ahli membaca Al Qur’an), dan hal itu sudah terpenuhi. Kemudian Allah memerintahkan untuk menyeret orang itu yang akhirnya dia dilemparkan ke dalam An Nar (neraka).
Ketiga, seseorang yang dilapangkan rezekinya dan dikurniai berbagai macam kekayaan, lalu dia dihadapkan dan diperlihatkan kepadanya nikmat yang telah diterimanya serta ia pun mengakuinya, kemudian ditanya: Apakah yang kamu gunakan terhadap nikmat itu? Ia menjawab: Tidak pernah aku tinggalkan suatu jalan yang Engkau sukai untuk berinfaq kepadanya, kecuali pasti aku akan berinfaq kerana Engkau. Allah berfirman: Kamu dusta, kamu berbuat itu (dengan niat) agar dikatakan sebagai orang yang dermawan, dan hal itu sudah terpenuhi. Kemudian Allah memerintahkan untuk menyeret orang tersebut yang akhirnya dia dilemparkan ke dalam An Nar.” (HR Muslim)
Monday, 1 December 2014
28.11.. telah setahun abah pergi dijemput Ilahi..Al-Fatihah..
Bila Tiba - Ungu
Saat tiba nafas di ujung hela
Mata tinggi tak sanggup bicara
Mulut terkunci tanpa suara
Bila tiba saat berganti dunia
Alam yang sangat jauh berbeda
Siapkah kita menjawab semua
Pertanyaan
Bila nafas akhir berhenti sudah
Jatung hatipun tak berdaya
Hanya menangis tanpa suara
Ooo
Mati tak bisa untuk kau hindari
Tak mungkin bisa engkau lari
Ajalmu pasti menghampiri
Mati tinggal menunggu saat nanti
Kemana kita bisa lari
Kita pastikan mengalami
Mati
Mati tak bisa untuk kau hindari
Tak mungkin bisa engkau lari
Ajalmu pasti menghampiri
Mati tinggal menunggu saat nanti
Kemana kita bisa lari
Kita pastikan mengalami
Mati..
Saat tiba nafas di ujung hela
Mata tinggi tak sanggup bicara
Mulut terkunci tanpa suara
Bila tiba saat berganti dunia
Alam yang sangat jauh berbeda
Siapkah kita menjawab semua
Pertanyaan
Bila nafas akhir berhenti sudah
Jatung hatipun tak berdaya
Hanya menangis tanpa suara
Ooo
Mati tak bisa untuk kau hindari
Tak mungkin bisa engkau lari
Ajalmu pasti menghampiri
Mati tinggal menunggu saat nanti
Kemana kita bisa lari
Kita pastikan mengalami
Mati
Mati tak bisa untuk kau hindari
Tak mungkin bisa engkau lari
Ajalmu pasti menghampiri
Mati tinggal menunggu saat nanti
Kemana kita bisa lari
Kita pastikan mengalami
Mati..
Subscribe to:
Comments (Atom)