Sunday, 17 February 2013

Berhati-hatilah Hati..

"Ada perkara yang kamu tidak suka tetapi ia baik bagi kamu dan ada perkara yang kamu suka tetapi ia buruk bagi kamu, Dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan kamu tidak mengetahuinya." (Surah Al-Baqarah : 216)


Selalu kita dengan keluhan ini:

 "aku sakit hatilah"..."ustaz suami saya hatinya kering".."Isteri saya selalu sangat merajuk hati"..." Keras hati betul anak saya ini".."Jangan lah ikutkan hati tu".."Kenapa la dia tidak hati untuk kebaikan itu"..."Saya rasa jauh hati lah"..."Kenapa agaknya dia itu irihati".."Tuan ini ialah soal hati saya"..."Saya rasa makan hati dengan isteri dan anak-anak saya".."sampai hati dia buat saya macam ini".."Saya telah jatuh hati padanya"..

Itu adalah dialog kehidupan. Adakalanya kekayaan, pangkat dan darjat tidak langsung boleh menyenangkan hati. Hati adalah raja dalam kehidupan. Apabila semua perkara sangat mempengaruhi apa yang disebut sebagai "hati" maka ada baiknya kita berhati-hati menjaga hati ini. Ramai yang hidup susah, hidup kecewa, hidup derita, hidup gembira, hidup ceria dan hidup bahagia adalah berdasarkan hati. Apa guna kaya tapi iri hati. Apa guna pandai tapi keras hati. Apa guna berharta tapi hati mati. Cukup senang hati kalau hidup ini senang hati. Jadi berhati-hati kita semua untuk menjaga hati..

  "Amat menarik hati keadaan orang beriman, semua pekerjaannya baik belaka, dan itu ada hanya pada orang beriman: Jika memperoleh kesenangan, dia bersyukur. Dan itu memberikannya kebaikan (pahala). Jika ditimpa bahaya (kesusahan), dia sabar dan itu juga memberikannya kebaikan. – Al Hadis


No comments:

Post a Comment